BERITA TANAH AIR 
Edisi Agustus 2001

 

 



         English | Chinese     

No. 06/VIII/2001
 



Home

Nasional

Ekonomi

Sosial Budaya

Serba Serbi


NASIONAL:

 


MEGAWATI SOEKARNOPUTRI TERPILIH MENJADI PRESIDEN RI KE-5

Senyum Mega merekah ketika namanya dielu-elukan anggota MPR. Dia berjalan didampingi Ketua MPR Amien Rais, dan lalu mencium pipi suaminya, Taufik Kiemas. Diberikan tepukan meriah, kebaya putih yang dia kenakan makin seronok saja jadinya. Anggun dan khidmat dia dengarkan lagu Indonesia Raya menandai resminya dia jadi presiden kelima dan perempuan presiden pertama di negara berpenduduk 210 juta jiwa ini.

Tak ada lagi Mas Dur di sam-pingnya. Juli ini membalikkan Juli kelamnya lima tahun silam ketika dijegal oleh Soeharto dan rezim Orde Baru yang terkenal dengan insiden 27 Juli itu. Kini hadangan seniornya, Abdurrahman Wahid tak lagi dipusingkan oleh perempuan kelahiran Yogyakarta, 23 Januari 1947 ini.

Megawati Soekarnoputri dilan-tik sebagai presiden pukul 17.10 WIB dalam rangkaian peristiwa dramatis berawal dari Jumat (20/7) lalu. Sebelumnya dia diramalkan akan menerima tongkat estafet dari Abdurrahman Wahid Agustus depan. Pertemuan atas inisiatifnya Minggu (22/7) di kediamannya membuat Mas Dur-nya berang alang kepalang, apalagi bukan karena ucapan Amien Rais yang meyakini Indonesia akan memiliki seorang presiden baru.

Di Gedung MPR, 21 Oktober 1999 dia menangis dikalahkan Mas Dur, namun kini dia terpaksa meninggalkan saudara tuanya yang sering menzalimi dirinya itu. Tangisnya kini berubah jadi senyum ceria. Dia membikin sejarah kini sebagai presiden perempuan pertama, sesuatu yang tabu dua tahun silam. Tapi sejarah menyatakan para lelaki Indonesia tidak cukup pantas untuk menjadi pe-mimpin kelima bangsa berpen-duduk keempat terbesar di dunia ini.

Ketika ditanyakan pemandu acara TV Jaya Suprana mengenai pandangan minor banyak orang soal latar ibu rumah tangga untuk menjadi politisi, dia menantang, “Apa salahnya..” sembari mencontohkan tukang becak juga banyak yang melek dengan politik. Kini, ibu rumah tangga yang diajak terjun ke politik itu secara tak sengaja hanya karena meminjam kharisma bapaknya jadi pemimpin negara yang sedang diterpa badai krisis ini.

Banyak yang meragukan Mega untuk jadi orang pertama karena sikap pendiam dan tertutup dengan pers itu. Pewarta senior Rosihan Anwar menjuluki kebungkamannya laksana Spinx di Mesir. Tapi banyak orang di negeri ini mengharapkan dia bisa belajar dari kesalahan-kesalahan pendahulunya termasuk Gus Dur.

Sebuah majalah terbitan Hong kong menilainya sangat dikenal dengan ketabahannya dalam me-matuhi proses hukum. Dirinya yang berkemauan keras dalam membangkitkan ekonomi yang diterpa krisis seperti terlihat dalam upaya efisiensi manajemen partainya dianggap bisa men-jadikan kinerjanya lebih baik dari Abdurrahman Wahid.

Mega yang mengagungkan integrasi bangsa juga dianggap cukup kuat dibanding pendahulunya yang sering memberikan ancaman kosong soal pemisahan daerah. Peringatan 100 tahun ayahandanya tahun ini makin begitu berarti. Gegap gempita massa Marhaenisme memperi-ngatkan lahirnya Soekarno kini menjadi sempurna ketika putri tertuanya menjadi orang pertama di Indonesia.

Mega tampak serius membacakan sumpah jabatannya. Dalam pidato pertamanya, Mega me-ngatakan dia bisa memahami desakan bangsa ini untuk cepat bangkit dari keterpurukan. “Saya merasakan adanya rasa lelah dan kian lunturnya kebersamaan untuk menyelesaikan kemelut ini.”

Mega juga menawarkan kerjasama dengan kekuatan-kekuatan komponen bangsa. “Dalam ke-yakinan saya di tengah-tengah kondisi itu tak ada satu pun kelompok yang bisa menyelesaikan masalah bangsa sendiri.”

Presiden baru ini juga meminta adanya iklim politik yang lebih baik dan lebih tenang. Selain itu dia bersedia menerima pelajaran-pelajaran politik dengan lebih seksama. “Pelajaran bagaimana caranya menghargai tentang arti administrasi dan makna amanah,” ujarnya seakan dia tahu kesalahan seorang pendahulunya.

Katanya lagi, demokrasi pada ujungnya menuntut keikhlasan, ketaatan dan aturan permainan. “Saya ajak semua untuk terima proses dengan ikhlas, dengan legowo. ”Selain itu dia meminta seluruh komponen bangsa untuk mengakhiri “silang kata dan pertikaian yang akhirnya mem-perpuruk derita rakyat.”

Kita ucapkan selamat buat Mega. Semoga Anda bisa membawa bangsa ini bangkit dari keterpurukannya.

Kembali

BIOGRAFI PRESIDEN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Nama Lengkap:

Dyah Permata Megawati Setyawati Sukarnoputri

Tempat/Tgl lahir:

Yogyakarta, 23 Januari 1947

Alamat Rumah :

Jl Kebagusan IVno 45, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Agama :

Islam

Orangtua :

Sukarno - Fatmawati (anak kedua dari lima bersaudara

Pendidikan:
a.   SD Perguruan Cikini, Jakarta (1954-1959).
b.   SLTP Perguruan Cikini, Jakarta (1960-1962)
c.   SLTA Perguruan Cikini, Jakarta(1963-1965)
d.   Fakultas Pertanian UNPAD Bandung (1965-1967)/tidak selesai
e.   Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972) / 
      tidak selesai

Karir
:
a.   Anggota Gerakan Mahasiswa Nasioanl Indonsia (Bandung) 
      tahun 1965
b.   Anggota DPR-RI (1993)
c.   Anggota Fraksi DPI Komisi IV
d.   Ketua DPC PDI Jakarta Pusat, Anggota FPDI DPR-RI
      (1987-1997)
e.   Ketua Umum PDI versi
f.    Munas Kemang (1993-sekarang)
      PDI yang dipimpinnya berganti nama menjadi PDI Perjuangan
      pada 1999 - sekarang
g.   Wakil Presiden RI (Oktober 1999 - 23 Juli 2001)


Keluarga
:
-     Suami pertama: Surindro (menikah tahun 1970). Ket. tewas di
      Irian Jaya.

-     Suami kedua: Hasan Gamal Ahmad (1972)
-     Suami ketiga: Taufik Kiemas (1973)
-     Anak: M Rizki Pratama, M Pranada, Karina, dan Puan Maharani.

Sumber: astaga.com  23 Juli 2001

Kembali

HAMZAH HAZ TERPILIH MENJADI WAKIL PRESIDEN

Akhirnya, melalui pemilihan yg mendebarkan, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pemba-ngunan (PPP) Hamzah Haz dipastikan menjadi Wakil Presiden ke-9 RI menyingkirkan pesaing beratnya Ketua DPP Golkar Akbar Tandjung.

Hahmazah Haz setelah memperoleh suara 50 persen plus satu dari jumlah anggota MPR yang hadir, dalam pemilihan Wapres di gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (26/7/2001). Tepatnya mantan Menko Kesra dan Taskin memperoleh suara 340 suara, Akbar tandjung 237 suara, sementara yang abstain 29 serta empat suara tidak sah.

Begitu dinyatakan terpilih Hamzah Haz langsung 'menghambur' ke para pemilihnya dan melam-baikan tangan serta berpelukan dengan sejumlah anggota MPR. Sementara Akbar Tandjung pun segera mendekati dan merangkul pesaingnya tersebut. Mereka berdua brnagkulan dan melam-baikan tangan bersama.

Lagu Indonesia Raya pun segera menggema begitu Ketua MPR Amien Rais 'mengomando' ke-pada anggota majelis untuk berdiri dan melagukannya.

Sebelum terpilih, Haz, meski optimis namun penuh pasrah kepada Tuhan. Dia menyatakan, "Kalau membawa maslahat untuk kepentingan bangsa dan negara, suara anggota MPR yang sebelumnya diberikan kepada Susilo Bambang Yudhoyono akan jatuh kepada saya," ka-tanya.

"Saya sederhana saja menja-wabnya, kalau itu membawa maslahat bagi kepentingan bang-sa dan negara, Insya Allah Allah akan mewujudkannya," katanya dalam wawancara dengan TVRI saat berlangsung pemungutan suara putaran ketiga rapat pa-ripurna SI MPR di Gedung MPR/DPR Senayan Jakarta, Kamis.

"Tetapi sebaliknya, kalau itu akan membawa mudarat tentu suara tersebut tidak akan jatuh kepada saya. Karenanya saya selalu punya pegangan bahwa semua harus dikembalikan kepa-da Allah," katanya.

Dalam pemilihan Wapres tersebut, Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung dan Ketua DPP PPP Hamzah Haz akan bersaing memperebutkan posisi Wapres yang akan mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputeri hingga 2004.

Pada Rabu (25/7) malam, dalam penghitungan suara, Hamzah Haz dan Akbar Tandjung lolos masuk putaran ketiga setelah menyingkirkan calon lainnya, Susilo Bambang Yudhoyono.

Hamzah Haz meraih suara 254, Akbar Tanjung meraih suara 203, sementara Susilo B Yudho-yono akhirnya hanya mendapatkan suara 147.

Menurut Hamzah, proses pemilihan yang telah berjalan menun-jukkan suatu proses pemilihan yang demokratis untuk mencari yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Jika dirinya terpilih sebagai Wapres, ia mengharapkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia dan sekaligus koreksi dan saran untuk mengingatkannya.

"Dengan adanya koreksi dan saran tersebut kita akan dapat terus mengikuti sampai tahu kekurangan kita dan apa yang sudah kita perbuat demi kepentingan bangsa," katanya.

Sementara Akbar Tandjung begitu kalah atas pertanyaan wartawan mengharapkan agar 'man-tan pesaing' beratnya tersebut bisa membantu Presiden Mega-wati membangun demokrasi sekaligus mampu segera menyelesaikan persoalan bangsa.

Hamzah Haz  diambil sumpahnya Kamis ini pada pukul 14.30. Presiden Megawati Soekarnoputri menghadiri acara pengambilan sumpah ini.

Yang jelas Haz kini tidak memimpin PPP lagi. Dia memimpin bangsa Indonesia

Sumber: Media Indonesia 26 Juli 2001

Kembali

BIODATA WAKIL PRESIDEN  HAMZAH HAZ

Berikut adalah biodata Wakil Presiden Hamzah Haz sebagaimana dikutip dari Pusat Data Acuan dan Keperpustakaan LKBN ANTARA.  

Nama Lengkap :

Hamzah Haz

Tempat/Tgl lahir:

Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis, 15 Februari 1940

Agama :

Islam

Alamat Rumah :

Jalan Tegalan No.27, Matraman - Jakarta Timur. Telp.884327

Keluarga :
Istri    :  1.   Ny. Asmaniah
            2.   Ny. Titin Kartini
Anak  : 12 orang putera dan putri

Pendidikan :
a.   SMP-SMA, Pontianak
b.   Akademi Koperasi, Yogya-karta jurusan Ekonomi Perusahan
      (1962).
c.   Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura, Pontianak  
     
(tingkat V, 1970)

Karier:
a.  Wartawan Harian Bebas, Pontianak (1960-1962)
b.  Guru SMA Ketapang (1960-1962)
c.  Ketua PMII (1962)
d.  Ketua Presidium KAMI Kon-sulat Pontianak (1968-1971)
e.  Asisten Dosen Universitas Tanjungpura (1965-1970)

f.   Badan Pemeriksa Induk Koperasi Kopra Indonesia  (1965-1970)
g.  Anggota DPRD Kalimantan Barat (1966-1971)

h.  Anggota DPR/MPR (1971-1997)
i.   Wakil ketua Komisi APBN DPR RI (1973-1976 dan 1982)
j.   Anggota FPP di DPR (1998)

k.  Menteri Negara Penggerak Dana Investasi /
     Kepala  BKPM Kabinet Reformasi (1998)
l.   Menko Kesra dan Pengentasan Kemiskinan, mengundurkan diri
     (Oktober 1999-26 November 1999).

Organisasi:
a.   Penulis NU Ketapang (1960-1961)
b.   Ketua Kelompok Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat di 
     
Yogyakarta (1962-1965)
c.   Pimpinan PMII Komisariat Akademi Koperasi, Yogyakarta
      (1962-1965)
d.   Ketua Wilayah PMII Kalimantan Barat (1965-1970)
e.   Penulis NU Wilayah Kalimantan Barat (1965-1970)
f.    Wakil Ketua NU Wilayah Kalimantan Barat
g.   Wakil Ketua MPW PPP Wilayah Kalimantan Barat
h.   Penasihat Pengurus NU Wilayah Kalimantan Barat (1982)
i.    Anggota MPP PPP (1982)
j.    Direktur Utama Pawan Kapuas Raya Money Changer 
      (sejak  1984).  

Sebelum menjadi politikus, Hamzah Haz adalah aktivis or-ganisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia berkecimpung di dunia politik sejak tahun 1960-an, berawal ketika menjadi anggota DPR Tingkat II di Kalimantan Barat.

Ia adalah bagian dari generasi pertama PPP yang merupakan hasil fusi dari beberapa partai Islam, yaitu NU, Parmusi, PSSII dan Perti yang didirikan pada 5 Januari 1973.

Sebagai anggota PPP yang berafiliasi ke NU, Hamzah dekat dengan "sayap politik" NU di partai yang sekarang berlambang Ka'bah itu, apalagi ketika muncul ketidakpuasan di kalangan para pemimpin sayap politik NU atas dominasi kepe-mimpinan muslim Indonesia di dalam partai.  

Bersama tokoh-tokoh NU, ia sempat mengambil bagian dalam "Kelompok Rembang" yang di kala itu bertujuan mengonsolida-sikan warga NU, guna merebut tampuk kepemimpinan partai.  

Tetapi ketika menjelang pemilihan ketua umum dalam Muk-tamar III PPP 1994, Hamzah malah menggabungkan diri dengan barisan Ismail Hasan Matereum, yang sedianya hendak dijegal NU.  

Ketertarikannya yang telah men-dalam dalam PPP itulah yang barangkali menyebabkan tidak mengikuti "eksodus" pengurus PPP yang berasal dari NU ke PKB.  

Ayah dari 12 orang putera-puteri yang dikenal sebagai pakar anggaran negara ini, berpendirian bahwa adalah hal yang sepantasnya jika massa NU tetap berada dalam PPP.  

Pada 26 November 1999, Hamzah mengundurkan diri dari anggota Kabinet. Semula Presiden menyatakan Hamzah Haz mengundurkan diri. Tapi, belakangan ketahuan Hamzah di-"fait accompli" dengan dugaan ada-nya KKN.

Sumber: ANTARA 26 Juli 2001  

Kembali

SUSUNAN KABINET MEGA

Tepat pukul 11.00 WIB, Kamis (9/8/2001) Presiden Megawati mengumumkan kabinetnya di Istana Negara. Susunan kabinet ini dinamakan Kabinet 'Gotong Royong'. 

Berikut susunan kabinet selengkapnya:  

Menko Polkam

: Susilo B Yudhoyono

Menko Perekonomian

: Dorodjatun Kuntjorojakti

Menko Kesra

: Jusuf Kalla

Menteri Dalam Negeri

: Hari Sabarno

Menteri Luar Negeri

: Hasan Wirajuda

Menteri Pertahanan

: H Matori Abdul Djalil

Menteri Kehakiman dan HAM

: Yusril Ihza Mahendra

Menteri Keuangan

: Boediono

Menperindag

: Rini MS Suwandi

Menteri Energi dan SDM

: Purnomo Yusgiantoro

Menteri Perhubungan

: Agum Gumelar

Menteri Pertanian

: Bungaran Saragih

Menteri Kehutanan

: M Prakosa

Menteri Kelautan dan Perikanan

: Rokhmin Dahuri

Mendiknas

: Malik Fadjar

Menteri Agama

: Said Agil Al Munawwar

Menteri Kesehatan

: Ahmad Sujudi

Menakertrans

: Jacob Nuwawea

Menteri Sosial

: Bachtiar Chamsyah

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata

 
: I Gede Ardika

Menteri Negara BUMN

: Laksamana Sukardi

Meneg Koperasi dan UKM

: Alimarwan Hanan

Meneg Pemukiman dan Prasarana Wilayah

: Sunarno

Meneg Ristek

: Hatta Rajasa

Meneg Lingkungan Hidup

: Nabiel Makarim

Meneg Pemberdayaan Wanita

: Sri Redjeki Sumarj

Meneg Komunikasi dan Informasi

: Syamsul Muarif

Meneg Percepatan Pembangunan KTI

 
: Manuel Kaisiepo

Meneg PAN

: Faisal Tamin

Meneg PPN (Kepala Bappenas)

: Kwik Kian Gie

Sekretaris Negara

: Bambang Kesowo

Kepala Badan Intelijen Negara

: AM Hendropriyono

Sumber: detik.com  9 Agustus 2001 

Kembali

PRIORITAS KABINET “GOTONG ROYONG” : PERTAHANKAN NKRI

Tak percuma Presiden Megawati menyandang nama Soe-karno. Seperti ayahnya, ia pun begitu mendewakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Makanya, kabinet yang ia baru dibentuk diprioritaskan untuk mempertahankan NKRI.

Dalam penjelasannya di hada-pan para wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2001), Presiden Megawati Soekarnoputri yang didampingi oleh Wakil Presiden Hamzah Haz, Presiden sekaligus menjelaskan susunan personalia kabinet yang diberi nama Kabinet Gotong Royong itu.

Mengenai program kerja kabinet mendatang, Mega menempatkan poin mempertahankan persatuan dan kesatuan dalam kerangka keutuhan NKRI dalam prioritas pertama. Kemudian meneruskan proses reformasi dan demokratisasi dalam selu-ruh aspek kehidupan nasional melalui kerangka, agenda dan arah yang lebih jelas dengan terus meningkatkan penghormatan terhadap HAM.

Berikutnya adalah normalisasi kehidupan ekonomi dan memperkuat dasar bagi kehidupan perekonomian rakyat. Melaksanakan penegakan hukum secara konsisten, mewujudkan rasa aman serta tenteram dalam kehidupan masyarakat dan me-lanjutkan pemberantasan korup-si, kolusi dan nepotisme (KKN).

Melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif, memulihkan martabat bangsa dan negara serta kepercayaan luar negeri termasuk lembaga-lembaga pemberi pinjaman dan kalangan investor terhadap pemerintah. Terakhir adalah mempersiapkan persiapan Pemilu 2004 yang aman, tertib, bebas, rahasia dan langsung.

Dalam pengantar yang cukup panjang itu, Mega juga men-jelaskan latar belakangan pem-bentukan kabinet. Ia coba menjelaskan tentang lambatnya pro-ses pembentukan kabinet karena harus memperhatikan aspirasi yang berkembang dari kalangan parpol.

“Saya sepenuhnya memahami realitas politik berdasarkan as-pirasi tadi. Saya memang selalu mengadakan konsultasi dengan wapres maupun para ketua parpol, baik secara sendiri mau-pun bersama dengan tekad memegang teguh sistem peme-rintahan yang dipercayakan kepada saya,” papar Mega.

Sumber: detik.com 9 Agustus 2001  

Kembali

6.000 WARGA ACEH BESAR BERIKRAR SETIA KEPADA NKRI

Sekitar 6.000 warga Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar, hari Minggu menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ikrar kesetiaan yang diawali tra-disi peusijuek (tepungtawar) ke-pada 10 wakil warga itu berlangsung di Lapangan PSBP, Desa Blang Mee, Kecamatan Lhong, sekitar 70 km dari pusat Kota Banda Aceh, disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Acah Besar Drs Baswedan Yunus dan Komandan Kodim 0101/Aceh Besar Letkol (Czi) Beta Insan.

Hadir pula dalam peserta ikrar itu mantan tokoh pembaiat Ge-rakan Aceh Merdeka (GAM), Teungku Budiman serta Tgk Alamsyah, Ketua Sagoe Dela-pan.

Warga dari 28 desa di Keca-matan Lhong itu menyatakan ikrar kesetiaan kepada NKRI atas kesadaran sendiri tanpa paksaan dari manapun. Kendati hujan gerimis membasahi lapangan upacara, namun tidak membuat warga peserta ikrar bergeming dari tempat upacara.

Dalam ikrar kesetiaan yang di-bacakan Muhadi dan diikuti se-genap peserta warga Kecamatan Lhong itu, disebutkan antara lain bahwa warga Kecamatan Lhong menyadari sepenuhnya Gerakan Aceh Merdeka adalah gerakan yang bertentangan dengan cita-cita luhur perjuangan para pah-lawan Aceh.

Komandan Kodim 0101/ Aceh Besar Letkol (Czi) Beta Insan menyatakan menyambut gembira kesadaran yang tumbuh di kalangan masyarakat untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Niat tulus untuk setia kepada NKRI adalah suatu berkah dari Yang Maha Kuasa yang patut disyukuri, karena kita akan se-gera dapat mewujudkan cita-cita luhur perjuangan para pahlawan Aceh," katanya.

Apabila hal positif ini diikuti warga masyarakat Aceh lainnya, kata Beta Insan, Insya Allah harapan akan kedamaian di daerah ini akan segera terwujud.

Ikrar kesetiaan kepada NKRI ini bermula dari menyerahnya 10 orang anggota Gerakan Separatis Aceh (GSA) dipimpin Tgk Alamsyah (47), Ketua Sagoe Delapan GSA, ke pos Kompi Yonif 112/DJ yang dipimpin Mayor Inf Poetro.

"Ke-10 mantan anggota GSA itu kemudian mengajak rekan-rekan lainnya untuk menyerah," kata Komandan Tim-B Satgas Pene-rangan Kolaops TNI Mayor (CHJ) Sulistiadie.

Sementara itu, Tgk Alamsyah mengatakan, masyarakat Lhong kini sudah bosan menjadi anggota dan simpatisan untuk mem-bantu GSA yang tidak jelas arahnya itu.

"Apa yang selama ini dijanjikan oleh para petinggi GSA hanya-lah omong kosong dan tidak sesuai kenyataan. Yang enak me-reka yang mengaku pimpinan, sedangkan anggotanya di lapangan terus menderita, seng-sara, serta hidup tak menentu," kata Sulistiadie mengutip tokoh GSA yang menyerah itu.

Sumber: Kompas 31 Juli 2001  

Kembali 



 


 



| Home | New Information | Visa Information | Press Releases | Economy & Business  I P C | Other Links | About Us
Copyright @ 2000 KJRI Hong Kong kjrihkg@netvigator.com
.  
   Last updated: August 16, 2001